Allaahumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala Aali Muhammad >>> Untuk mendapatkan informasi beasiswa terbaru, silakan ikuti media sosial kami berikut ini: Telegram, Tiktok, Instagram, WhatsApp, Twitter, Youtube dan Facebook!
Pernah dihadapkan seorang laki-laki yang telah minum khamr kepada Nabi saw, maka Nabi saw bersabda, "Pukullah dia"
Abu Hurairah ra berkata, "Maka diantara kami ada yang memukulnya dengan tangannya, ada yang memukulnya dengan sandal dan ada pula yang memukul dengan pakaiannya"
Kemudian setelah selesai, sebagian kaum itu ada yang berkata, "Semoga Allah menjadikan engkau hina (hai peminum khamr)"
Maka Nabi SAW bersabda, "Janganlah kalian berkata begitu, janganlah kalian membantu syaithan terhadapnya"
Hadits diatas diriwayatkan Imam Bukhari dalam shahihnya, dan mari kita merenenungi sejenak tuntunan panutan kita sepanjang zaman
Diantara kita, ada orang-orang SANGAT senang sekali saat mampu menemukan kesalahan pada diri orang lain, bisa jadi itu kita sendiri
Orang semisal ini sangat SUKA bila saudaranya jatuh kesulitan, karena dia bisa berucap "MAKANYA!", "TAU RASA KAN!"
Lidahnya mudah menemukan celaan, melaknat sangat ringan, menghina sudah jadi sumber rasa bahagia bagi dirinya
Mungkin dengan melakukan itu dia merasa menjadi lebih baik dan lebih hebat, merasa puas, merasa lega, dari penderitaan orang lain
Tapi coba pikir baik-baik, seandainya memang orang lain berbuat salah, apakah cela, laknat dan hinaan membantunya lebih baik?
Dalam kasus Nabi di hadits diatas, bukankah ia sudah mendapat hukumannya? Maka tak perlu lagi ditambah laknat, cela, dan hina
Bagaimana bila kita yang tersalah? Terselip keangkuhan dan merasa lebih hebat, lebih tau, lebih jago, bukankah itu buruk?
Tantangan kita, banyak suami yang begitu pada istrinya, orangtua pada anaknya, guru pada muridnya, sahabat pada sahabatnya
Tahan lidah kita kecuali bila itu bisa memberikan kebaikan pada yang tersalah, bantu dia dengan bersemangat taubat dari salahnya
Jangan justru membantu syaithan lalu melaknat, merendahkan, menjatuhkan, mencela dan menghinanya, itu bukan akhlak Islami
Jadilah pemaaf, tahan lisan kecuali untuk kebaikan, jangan sampai Allah timpakan ujian yang sama, sebagaimana yang kita cela itu
Abu Hurairah ra berkata, "Maka diantara kami ada yang memukulnya dengan tangannya, ada yang memukulnya dengan sandal dan ada pula yang memukul dengan pakaiannya"
Kemudian setelah selesai, sebagian kaum itu ada yang berkata, "Semoga Allah menjadikan engkau hina (hai peminum khamr)"
Maka Nabi SAW bersabda, "Janganlah kalian berkata begitu, janganlah kalian membantu syaithan terhadapnya"
Hadits diatas diriwayatkan Imam Bukhari dalam shahihnya, dan mari kita merenenungi sejenak tuntunan panutan kita sepanjang zaman
Diantara kita, ada orang-orang SANGAT senang sekali saat mampu menemukan kesalahan pada diri orang lain, bisa jadi itu kita sendiri
Orang semisal ini sangat SUKA bila saudaranya jatuh kesulitan, karena dia bisa berucap "MAKANYA!", "TAU RASA KAN!"
Lidahnya mudah menemukan celaan, melaknat sangat ringan, menghina sudah jadi sumber rasa bahagia bagi dirinya
Mungkin dengan melakukan itu dia merasa menjadi lebih baik dan lebih hebat, merasa puas, merasa lega, dari penderitaan orang lain
Tapi coba pikir baik-baik, seandainya memang orang lain berbuat salah, apakah cela, laknat dan hinaan membantunya lebih baik?
Dalam kasus Nabi di hadits diatas, bukankah ia sudah mendapat hukumannya? Maka tak perlu lagi ditambah laknat, cela, dan hina
Bagaimana bila kita yang tersalah? Terselip keangkuhan dan merasa lebih hebat, lebih tau, lebih jago, bukankah itu buruk?
Tantangan kita, banyak suami yang begitu pada istrinya, orangtua pada anaknya, guru pada muridnya, sahabat pada sahabatnya
Tahan lidah kita kecuali bila itu bisa memberikan kebaikan pada yang tersalah, bantu dia dengan bersemangat taubat dari salahnya
Jangan justru membantu syaithan lalu melaknat, merendahkan, menjatuhkan, mencela dan menghinanya, itu bukan akhlak Islami
Jadilah pemaaf, tahan lisan kecuali untuk kebaikan, jangan sampai Allah timpakan ujian yang sama, sebagaimana yang kita cela itu
Allaahumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala Aali Muhammad >>> Untuk mendapatkan informasi beasiswa terbaru, silakan ikuti media sosial kami berikut ini: Telegram, Tiktok, Instagram, WhatsApp, Twitter, Youtube dan Facebook!
Allaahumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala Aali Muhammad >>> Untuk mendapatkan informasi beasiswa terbaru, silakan ikuti media sosial kami berikut ini: Telegram, Tiktok, Instagram, WhatsApp, Twitter, Youtube dan Facebook!
Jika dalam posting website SantriNabawi terdapat kesalahan, atau Anda ingin sekedar memberi kritik dan saran kepada admin, silakan kirim pesan saja ke fanspage SantriNabawi! Tidak perlu posting surat terbuka di website lain!!!
Dapatkan update info terbaru di WhatsApp dan Telegram Anda dengan Tips Jitu Agar Tak Ketinggalan Info Terbaru Website SantriNabawi.Com
Bagikan via WhatsApp





0 Response to "Apakah cela, laknat dan hinaan membantunya lebih baik?"
Post a Comment
Komentar tanpa nama (Anonim) tidak akan dijawab. Jika ingin berkomentar silakan login Gmail Anda atau pilih Name/URL! Name isi nama Anda dan URL isi alamat fb Anda, misal fb.com/ikhwan.sholeh
Semua komentar selalu dimoderasi dan tidak akan muncul sebelum disetujui oleh admin. Oleh karena itu, HARAP TIDAK MENGIRIM KOMENTAR LEBIH DARI SEKALI! Jika admin belum menjawab harap bersabar!
Centanglah bagian "Notify Me" agar Anda segera menerima email pemberitahuan saat komentar Anda telah dijawab admin!